UN Sistem Barcode… Siapa Takut?

LJUN Sistem Barcode UN 2013

LJUN Sitem Barcode UN 2013

Walaupun digugat sana sini, pemerintah rupanya bersikeras untuk tetap melaksanakanUjian Nasional di tahun 2013 ini. Gugatan ini salah satunya karena disinyalir bahwa pada prakteknya pelaksanaan UN ini banyak terjadi kecurangan.

Untuk itu, pemerintah sepertinya berusaha keras melakukan perbaikan di UN tahun 2013 ini. Salah satu yang dilakukan adalah berkenaan dengan paket soal UN yang disediakan.

Seperti sudah digosipkan sejak beberapa lama, bahwa untuk UN tahun ini, soal yang disediakan adalah 20 paket soal. Artinya di dalam satu ruangan maksimal, satu orang siswa harus mengerjakan soal yang berbeda dengan siswa lainnya. Disamping itu, yang unik di UN tahun ini adalah bahwa diberlakukannya sistem barcode pada paket soal. Dimana soal dan LJUN merupakan satu paket yang tidak terpisahkan.

Bagi siswa termasuk juga guru, tentunya tidak menjadi masalah bagaimanapun bentuk soal yang disediakan dalam UN, selagi soal-soal yang diberikan itu sesuai dengan materi kurikulum yang sudah diajarkan di sekolah. Akan tetapi, hal ini bisa jadi merupakan ketakutan besar bagi sebagian yang lain. Oleh sebab itu, sistem barcode bisa jadi merupakan salah satu cara tepat untuk meminimalkan tingkat kecurangan, yang disinyalir banyak terjadi selama ini.

Dalam postingan kali in, kami mengajak Anda untuk bersama-sama mengenali seperti apakah sistem barcode pada Ujian Nasioanl yang akan dilaksanakan beberapa minggu ke depan itu.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan oleh siswa pada saat pelaksanaan Ujian Nasional sehingga tidak merugikan siswa itu sendiri. Sementara guru (atau pengawas) bertugas untuk mengecek agar kekeliruan yang dapat merugikan itu dapat dihindari. Hal-hal itu diantaranya adalah:

    1. Peserta harus memastikan bahwa antara naskah soal dan LJUN masih bersatu. Kalau sudah dalam keadaan terpisah, peserta wajib melaporkannya kepada pengawas dan meminta ganti. Jangan sampai peserta mengambil resiko, tetap mengambil naskah soal dan LJUN yang sudah terpisah itu. Harus diganti dengan yang masih dalam kondisi bersatu.
    2. Pastikan pula bahwa naskah soal dan LJUN tidak dalam kondisi rusak. Peserta perlu memperhatikan satu per satu lembar pada naskah soal dan memastikan bahwa tidak ada satupun soal yang rusak atau tidak terbaca. Mengapa tahapan ini penting? Karena jika peserta menemukan soal yang rusak di tengah-tengah proses pengerjaan soal, peserta harus meminta naskah soal dan LJUN yang baru. Itu artinya, peserta harus menjawab soal-soalnya dari awal lagi.
    3. Begitu peserta telah memastikan bahwa naskah soal dan LJUN dalam keadaan masih bersatu dan tidak rusak, ia wajib menuliskan identitas di naskah soal dan LJUN. Setelah diisi, peserta diperbolehkan melepaskan LJUN dari naskah soal. Langkah ini penting untuk mengantisipasi tertukarnya naskah soal dengan LJUN.

Demikian, uraian singkat mengenai teknis pengisian LJUN sistem barcode yang akan dipergunakan di UN 2013 mendatang. Selanjutnya, setelah LJUN nya siap diisi, tentu saja yang tak kalah pentingnya adalah memilih dan mengisikan jawaban yang tepat dengan menghitamkan bulatan pada opsi yang sesuai di LJUN ^_^.

So, UN sistem barcode… Siapa takut?

Selamat berjuang buat bapak ibu guru dan juga siswa siswi kelas XII yang akan melaksanakan UN bulan April mendatang. Semoga sukses, dan Allah memberikan kemampuan bagi kita semua untuk menjalajninya dengan cara terbaik. Aamiin…

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: